Senin, 29 Januari 2018

Mendeskripsikan Kesehatan dan Kesehatan Kerja

                                                    Assalamualaikum wr.wb

Pada postingan saya kali ini saya akan membahas tentang keselamatan  dan kesehatan  kerja ,yang mana kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam melakukan pekerjaan .Apabila pada postingan saya kali ini ada komentar silahkan ditulis di kolom komentar .Terima kasih

1.Mendeskripsikan Keselamatan dan Kesehatan  Kerja 

A.Pengertian Keselamatan  dan Kesehatan  Kerja (K3)

    Pengertian keselamatan dan kesehatan kerja tidak dapat didefinisikan secara etimologis seperti  ilmu - ilmu yang lain. Keselamatan kerja hanya dideskripsikan sebagai keadaan seseorang merasa aman dan sehat dalam melaksanakan tugasnya .Aman dan sehat disini mencakup keamanan dari terjadinya kecelakaan dan sehat dari berbagai faktor penyakit yang muncul dalam proses kerja.Jadi,keselamatan kerja merupakan keselamatan yang bertalian dengan mesin,pesawat,alat kerja,bahan dan proses pengolahannya ,landasan tempat kerja dan lingkungannya ,serta cara - cara melakukan pekerjaan .

    Menurut Mondy  dan  Noe dalam Asep Deni (1995) ,keselamatan kerja meliputi perlindungan karyawan dari kecelakaan di tempat kerja,sedangkan kesehatan merujuk kepada terbebasnya karyawan dari penyakit secara fisik dan mental.

    Tempat kerja adalah suatu ruangan atau lapangan yang tertutup atau terbuka,bergerak atau tetap,tempat tenaga kerja bekerja , atau sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan usaha .
 Kesehatan kerja dapata diuraikan sebagai berikut:
  •  Suatu kondisi fisik,mental,dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya .
Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan / kedokteran beserta praktiknya yang bertujuan agar pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya,baik fisik,,maupun sosial dengan usaha preventif dan kuratif terhadap penyakitb/ ganguan kesehatan yang 
diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja. 

Menuru Flippo (1984;537),progam kesehatan kerja dibedakan menjadi dua , yaitu physical health dan mental health . 





1. Physical Health
  Kesehatan secara fisik dapat dikategorikan seperti berikut ini:
a. Preplacement physical examinations ( pemeriksaan jasmani prapenempatan ).
b. periodic physical examination for all key personnel ( pemeriksaan jasmani secara berkala secara   berkala untuk  personalia)
c. Voluntary periodic physical examination for all key personnel ( pemeriksaan jasmani berkala secara sukarela untuk semua personalia)
d. A well- equipped and staffed medical dispensary ( klinik medis yang mempunyai staf dan perlengkapan yang baik)

2. Mental Health   
  Kesehatan secara mental dapat dikategorikan seperti berikut ini:
a. Availability of psychiatric specialist and instructions ( tersedianya penyuluhan kejiwaan dan psikiater 
.b. Cooperation with outside psychiatric specialist and intructions ( kerja sama dengan spesialis dan lembaga - lembaga psikiater dari luar organisasi )
c. education of company personnel concerning the nature and importance of the mental health problem( pendidikan personalia pekerjaan sehubungan dengan hakikat dan pentingnya kesehatan mental )
d.development and maintenance of aproper human relations program ( pengembangan dan pemeliharaan program hubungan kemanusiaan yang tepat )

Adapun hal - hal yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja adalah sebagai berikut .
1. Kapasitas kerja 
2. beban kerja.
3. lingkungan kerja 
         
B.Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja 

1. Tujuan K3 Ditinjau dari Perusahaan dan Karyawan 

a. Tujuan K3 untuk perusahaan :
  1) Meningkatkan kinerja dan omset perusahaan 
 2) Mencegah terjadinya kerugian 
 3) Memelihara sarana dan prasarana perusahaan . 
b. Tujuan K3 untuk karyawan ,yaitu:
  1) Meningkatkan kesejahteraan jasmani dan rohani karyawan .
  2) Meningkatkan penghasilan karyawan dan penduduk sekitarnya .
  3) Untuk kinerja yang berkesinambungan .

2. Tujuan K3 Ditinjau dari Lingkungan 
 a. Manfaat lingkungan yang aman dan  sehat 
   1. meningkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang .
   2. Meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja yang lebih berkomitmen .
   3. Menurunkan biaya - biaya kesehatan dan asuransi 
   4. tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena                  menurunnya  pengajuan klaim .
   5. fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan 

b. kerugian lingkungan kerja yang tidak aman dan tidak sehat 
 jumlah biaya yang besar sering muncul karena ada kerugian - kerugian akibat kematian dan kecelakaan di tempat kerja serta kerugian menderita pemyakit - penyakit yang berkaitan dengan kondisi pekerjaan .

3. K3 Ditinjau dari Bidang pekerjaan 
a. kecelakaan kerja 
b. penyakit yang diakibatkan pekerjaan 
c. kehidupan kerja berkualitas rendah 
d. stress pekerjaan
e. kelelahan kerja 

Sabtu, 20 Januari 2018

TEKNIK PEMBUATAN SEDIAAN OBAT DALAM BENTUK KAPSUL

     A.TEKNIK PEMBUATAN SEDIAAN KAPSUL

   CAPSULAE   ( KAPSUL )

A.Pengertian 

Kapsul adalah sediaan padat yang tediri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut.Cangkang kapsul umumnya terbuat dari gelatin tetapi dapat juga terbuat  dari pati atau bahan lain yang sesuai .

Berdasarkan bentuknya,kapsul dalam farmasi dibedakan menjadi dua golongan ,yaitu:

  1. Berdasarkan bentuknya,kapsul terdiri atas:
          a. kapsul keras ( capsulae durae ,hard capsul )

              Ciri-ciri:

  1.   Terdiri dari tubuh dan tertutup 
  2.  Tersedia  dalam bentuk kosong 
  3. Isi biasanya padat,dapat juga cair 
  4. Cara pakai oral 
  5. Bentuk hanya satu macam 

Bentuk kapsul keras umumnya bulat panjang dengan pangkal dan ujung tumpul ,tetapi beberapa pabrik membuat kapsul dengan bentuk khusus ,seperti ujungnya lebih runcing atau rata.Kapsul cangkang keras buatan pabrik sering mempunyai warna dan bentuk yang berbeda atau diberi tanda untuk mengetahui identitas pabrik .

   Kapsul dapat mengandung zat warna yang diizinkan atau zat warna dari berbagai oksida besi seperti titanium dioksida ,bahan pendispersi ,bahan pengeras seperti sukrosa dan pengawet .
  Bahan mengandung 10-15%
Image result for gambar cangkang kapsul keras





Gambar kapsul keras 





        b. Kapsul lunak  (capsulae molles,soft capsul)
      Ciri-ciri :

  1. Merupakan satu kesatuan 
  2. Selalu sudah terisi 
  3. Isi biasanya cair dapat juga padat 
  4. Cara pakai bisa oral ,vaginal ,rectal dan tropical 
  5. Bentuknya macam -macam 


Kapsul cangkang lunak  yang terbuat dari gelatin (disebut gel lunak ) sedikit lebih tebal dibandingkan kapsul cangkang keras dan dapat diplastisasi dengan penambahan senyawa poliol (seperti sorbitol dan gliserin ).Kapsul lunak dapat mengandung pewarna bahan opak seperti titanium oksida ,pengawet ,pengharum dan pemanis (sukrosa 5% ).Mengandung air 6-13%.Umumnya berbentuk bulat ,silindris atau bulat telur (disebut pearles atau gloluba ).
Kapsul cangkang lunak tidak dipakai di apotek tetapi di produksi besar besaran di dalam pabrik,isi biasanya cairan .

Spansulae adalah kapsul lunak yang bekerja long acting umumnya berisi granula.



 
Image result for cangkang kapsul lunak





Gambar kapsul lunak





    2.Berdasarkan ukuran

Ukuran kapsul menunjukkan volume dari kapsul .Dikenal 8 macam ukuran yang dinyatakan dalam nomor kode .000 adalh ukuran terbesar dan 5 adalah ukuran terkecil 

Ukuran kapsul : 000     00     0     1     2     3     4     5 
Ukuran hewan : 10      11     11    12 

Umumnya nomor 00 adalah ukuran terbesar yang diberikan kepada pasien.Perlu  bagi kita untuk mampu memilih ukiran kapsul yang tepat  atau  memilih ukuran kapsul yang terkecil yang masih dapat menampung bahan obat yang akan diisikan ke dalam kapsul .

B.   PENGISIAN KAPSUL 
Kapsul gelatin keras terdiri dari dua bagian yaitu bagian dalam / induk yaitu bagian yang lebih panjang (biasa disebut dengan badan kapsul ) dan bagian luar /tutup .Kapsul demikian disebut Capsulae Operculatae dan kapsul bentuk ini diproduksi besar -besaran di pabrik dengan mesin otomatis .

Ada tiga macam cara pengisian kapsul yaitu dengan tangan ,dengan alat bukan mesin ,dan dengan alat mesin .
1. Dengan tangan 

  Merupakan cara yang paling sederhana yakni dengan tangan tanpa bantuan alat  lain. Cara ini sering dikerjakan untuk melayani resep dokter .Pada pengisian dengan cara ini sebaiknya digunakan sarung tangan untuk mencegah alergi  yang mungkin timbul karena petugas tidak tahnan dengan obat tersebut .

2. Dengan alat bukan mesin 

Alat yang dimaksud disini adalah alat  yang menggunakan tangan manusia .Dengan menggunakan alat ini akan didapatkan kapsul yang lebih seragam dan pengerjaannya dapat lebih cepat sebab cetak dapat dihasilkan berpuluh - puluh kapsul.Alat ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang tetap dan bagian yang bergerak.

Caranya:
a. Kapsul dibuka dan badan kapsul dimasukkan kedalam lubang dari bagian alat yang tidak bergerak .
b. Serbuk yang akan dimasukkan ke dalam kapsul dimasukkan atau ditaburkan pada permukaan kemudian di ratakan dengan kertas film.
c. Kapsul ditutup dengan cara merapatkan atau menggerakkan bagian yang bergerak dengan cara demikian semua kapsul akan tertutup 


 3. Dengan alat mesin 
Untuk menghemat tenaga dalam rangka memproduksi kapsul secara besar - besaran dan untuk menjaga keseragaman dari kapsul tersebut ,perlu dipergunakan alat yang serba otomatis mulai dari membuka ,mengisi sampai dengan menutup kapsul. Dengan cara ini dapat diproduksi dengan jumlah besar ,memerlukan tenaga sedikit dan keseragamannya lebih terjamin .

Pengisian cairan ke dalam kapsul keras :
1. Zat - zat setengah cair /cairan kental 
Misalnya ekstrak  - ekstrak kental dalam jumlah kecil dapat dikapsul sebagai serbuk sesudah dikeringkan dengan bahan inert, tetapi kalau jumlahnya banyak jika dikeringkan membutuhkan terlalu banyak bahan inert,maka dapat dibuat seperti massa pil dan dipotong - potong sebanyak yang diperlukan ,kemudian dimasukkan ke dalam cangkang kapsul keras dan direkat .
2. Cairan - cairan 
Untuk cairan - cairan seperti minyak - minyak lemak dan cairan lain yang tidak melarutkan gelatinnya ( bahan pembuat cangkang kapsul ) dapat langsung dimasukkan dengan pipet yang telah ditarra .Sesudah itu tutup kapsul segera ditutup ( diseal ) supaya cairan yang ada didalamnya tidak bocor atau keluar .

Untuk cairan - cairan seperti minyak menguap ,kreosot atau alkohol yang akan bereaksi dengan gelatinnya hingga gelatin rusak / meleleh ,harus diencerkan terlebih dahulu dengan minyak lemak sampai kadarnya di bawah 40% sebelum dimasukkan ke dalam kapsul .Kapsul diletakkan dalam posisi berdiri pada sebuah kotak ,kemudian cairan diteteskan dengan pipet kedalam kapsul yang sudah ditarra dengan cara tegak lurus ,setelah itu ditutup .


C. Penutupan Kapsul  
Penutupan kapsul yang berisi serbuk dapat dilakukan dengan cara yang biasa yakni menutupkan bagian tutup kedalam badan kapsul tanpa bahan perekat.Penutupan cangkang kapsul dapat juga dilakukan dengan pemanasan langsung ,menggunakan energi ultrasonik .
Untuk menutup kapsul yang  berisi cairan perlu dilakukan cara khusus seperti di atas .Caranya dioleskan sedikit campuran air - alkohol pada tepi luar bagian badan kapsul ,kemudian ditutup .

D. Membersihkan Kapsul 
Salah satu tujuan dari pemberian obat berbentuk kapsul adalah untuk menutup rasa dan bau yang tidak enak dari bahan obatnya.Sesuai dengan tujuan tersebut , maka bagian dari luar kapsul harus bebas dari sisa bahan obat yang mungkin menempel pada dinding kapsul.Untuk itu kapsul perlu dibersihkan dulu .Kapsul harusn dalam keadaan bersih sebelum diserahkan pada pasien,terutama untuk kapsul yang dibuat dengan tangan .
Caranya letakkan kapsul diatas sepotong kain ( linen , woll) kemudian digosok - gosokan sampai bersih .

E. Faktor - faktor Yang Merusak Cangkang Kapsul 
 Cangkang kapsul dapat rusak jika kapsul tersebut :
1.    Mengandung zat - zat yang mudah mencair ( higroskopis) 
 Zat ini tidak hanya  menghisab lembab udara tetapi juga akan menyerap air dari kapsulnya sendiri hingga menjadi rapuh dan mudah pecah.Penambahan laktosa atau amilum ( bahan inert netral ) akan menghambat proses ini . Contohnya kapsul yang mengandung KI, Nal,NaNO2  dan sebagainya .

2.   Mengandung campuran eutektikum 
  Zat yang dicampur akan memiliki titii lebur lebih rendah daripada titik lebur semula ,sehingga menyebabkan kapsul rusak atau lembek .Contohnya kapsul yang mengandung acetosal dengan hexamin atau camphora dengan menthol.Hal ini dapat dihambat dengan mencamour masing - masing bahan inert lalu keduanya dicampur.

3.    Mengandung minyak menguap , kreosot dan alkohol 
4.   Penyimpanan yang salah 
 a. Ditempat lembab ,cangkang menjadi  lunak dan lengket serta sukar dibuka karena kapsul         tersebut menghisab air dari udara yang lembab tersebut .
 b.Ditempat terlalu kering ,kapsul akan kehilangan air sehingga menjadi rapuh dan mudah pecah.

Mengingat sifat kapsul tersebut maka sebaiknya kapsul disimpan:
a. dalam ruang yang tidak terlalu lembab atau dingin kering 
b. dalam botol gelas tertutup rapat dan diberi silica (pengering )
c. dalam wadah plastik yang diberi silica  
d. dalam blister / strip aluminium foil.

Kamis, 18 Januari 2018

PRINSIP KERJA KEFARMASIAN

PRINSIP KERJA KEFARMASIAN
   Dalam melakukan kegiatan di apotek mulai dari mempersiapkan bahan sampai penyerahan obat ,kita harus berpedoman pada buku resmi farmasi yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan .
Buku-buku panduan resmi yang digunakan dalam pembuatan obat:
1. Formularium Nasional                                            2 2.Formularium Indonesia 
3.Formularium Medicamenthorum Selectum 
4.Nederlands Pharmakope

Resep standart yang terdapat dalam buku resmi 
1.serbuk bagi Acidov -1 (FORNAS hal 07)
2.Unguentum Sulfuris Sec.FOI hal 20 
3. salep belerang (formularium indonesia hal .93

A.PRINSIP PEMBUATAN OBAT SESUAI BUKU PANDUAN RESMI

Dalam melakukan kegiatan di apotek mulai dari mempersiapkan bahan sampai penyerahan obat, kita harus berpedoman pada buku resmi farmasi yang di keluarkan oleh Departemen Kesehatan, antara lain buku farmakope (berasal dari kata pharmacon yang berarti racun atau obat dan pole yang berarti membuat). Buku ini memuat persyaratan kemurniaan, sifat kimia dan fisika, cara pemeriksaan, serta beberapa ketentuan lain yang berhubungan dengan obat-obatan. 
Buku-buku panduan resmi yang digunakan dalam pembuatan obat:


  1. Formularium Nasional
  2. Formularium Indonesia
  3. Formularium Medicamentorum Selectum
  4. Nederlands Pharmakope
B. PRINSIP PRAKTEK LABORATORIUM YANG BAIK
  1. Dalam keadaan sehat fisik dan metal 
  2. Mematuhi tata tertib praktikum dan berdisiplin dalam keseluruhan kegiatan praktikum
  3. Menjaga kebersihan baik ruangan maupun alat-alat selama praktikum 
  4. Meneliti jumlah dan keadaan alat-alat praktikum sebelum dan sesudah praktikum selesai
  5. Dalam penimbangan, pengerjaan dan penulisan laporan harus sistematik,cermat dan teliti
  6. Jujur dalam semua tindakan, mulai dari pembuatan sampai penyerahan hasil praktikum
  7. Kreatif, misalnya sebelum memulai praktikum telah mempersiapkan komponen-komponen pelengkap seperti meyiapkan wadah, tutup botol dan lain-lain
  8. Selama praktek bicara seperlunya supaya suasana tenang 
  9. Tunjukkan sikap dan penampilan percaya diri, tidak bingung dan tidak ragu ragu sehingga mampu bekerja dengan tenang
  10. Tidak ceroboh dalam menempatkan alat-alat laboratorium, sehingga menimbulkan kecelakaan kerja seperti: ketumpahan air panah atau memecahkan alat laboratorium
  11. Pada penyerahan hasil praktikum perhatikan hal-hal dibawah ini:
  • Wadah 
  • Etiket
  • Signatura
  • Label

    

Minggu, 14 Januari 2018

ilmu resep

                     ASSALAKUALAIKUM.WR.WB

    Selamat datang di blog ilmu resep saya .Ini  adalah postingan saya yang  pertama kali ,semoga  dengan adanya blog ini bisa bermanfaat bagi saya dan bagi semuanya. Apabila ada komentar silahkan tulis komentar anda di kolom komentar .Terima Kasih

   Pada kesempatan pertama ini saya akan membahas tentang apa sih ilmu resep itu??



1. PENDAHULUAN 

                 
ILMU RESEP adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat-obatan menjadi bentuk tertentu hingga siap digunakan sebagai obat .Ada anggapan bahwa ilmu ini mengandung sedikit kesenian ,maka dapat dikatakan bahwa ilmu resep adalah ilmu yang mempelajari seni meracik obat (art of drug compounding),terutama ditujukan untuk melayani resep dokter.


 Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang kefarmasian kita hendaknya tahu terlebih dulu sejarah kefarmasian itu bagaimana .           
   2. SEJARAH KEFARMASIAN

ilmu resep sebenarnya telah ada dikenal yakni semenjak timbulnya penyakit .Dengan adanya manusia di dunia ini mulai timbul peradaban dan mulai terjadi penyebaran penyakit yang dilanjutkan dengan usaha masyarakat untuk melakukan usaha pencegahan terhadap penyakit .

ilmuwan-ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan farmasi dan kedokteran adalah:

- Hipocrates (460-370) ,adalah dokter Yunani yang memperkenalkan farmasi dan kedokteran secara ilmiah .Dan Hipocrates disebut sebagai Bapak Ilmu Kedokteran .

- Dioscorides(abad ke-1 setelah Masehi ),adalah ahli botani Yunani,merupakan orang pertama yang menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan.Karyanya De Materia Medica .Obat -obatan yang dibuatnya yaitu Aspiridium,Opium ,Ergot ,Hyosyamus dan Cinnamon.

- Galen (130-200 setelah Masehi),adalah dokter dan ahli farmasi bangsa Yunani .Karyanya dalam ilmu kedokteran dan obat -obatan yang berasal dari alam ,formula dan sediaan farmasi  yaitu Farmasi Galenika.

-Philipus Aureulus Theopratus Bombatus Van Hohenheim(1493-1541 setelah masehi0,adalah seorang dokter dan ahli kimia dari Swiss yang menyebut dirinya Paracelcus,sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan farmasi,menyiapkan bahan spesifik dan memperkenalkan zat kimia sebagai obat internal.
  • farmakope

farmakope memuat persyaratan kemurniaan ,sifat kimia dan fisika ,cara pemeriksaan ,serta beerapa ketentuan lain yang berhubungan dengan obat-obatan .

ketentuan umum farmakope indonesia IV 
  farmakope edisi terbaru yang berlaku hingga saat ini adalah Farmakope Indonesia edisi empat .Judul tersebut dapat disingkat menjadi farmakope IV atau FI IV .

Menerapkan Konsep Lingkungan Hidup

A. Pengertian Lingkungan Hidup       Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan ...